Saat menyetir di kemacetan tiba tiba ada mobil yang mendahului dari kiri.Tempat itu sempit dan sepertinya jalan ini hanya untuk 2 baris mobil, tapi si kiri ini tetap memaksakan dia masuk.Begitu juag saat macet di satu garis tetapi jalur berlawanan arah kosong karena antrian mobil berlawanan arah itu terputus sebentar.Tiba tiba ada sebuah mobil yang nekat mendahului dari kanan dan pas sekali antrian arah lawan mulai muncul sehingga jalanan tadi jadi macet.Menurut anda...bila semua orang seperti si mobil nyelonong tadi apa akibatnya kehidupan kita ini.
Kadang kadang saya berfikir, hidup di negara kita ini banyak yang menyukai menjadi slonong boy, dan anehnya justru keberhasilan terjadi pada mereka.Mereka yang berusaha taat azas justru terlambat, kalah ataupun berpenghasilan lebih rendah.Tapi yang slonong boy membuktikan bahwa spekulasi mereka ada harganya.Adil...?mungkin di suatu sisi itu adil..karena prinsipnya semakin besar resikonya semakin besar hasilnya. Akan tetapi slonong boy ini membuat ketimpangan.Bagi mereka aturan tak lebih sebagai penyulit bukan untuk mempermudah.Akhirnya....mereka yang bermental rendah akan meniru.Dan anehnya resiko yang mungkin dihadapai oleh si slonong boy tadi tak mungkin pernah diterimanya kerena agaknya tak satupun penegak hukum mampu menegakkan aturan.Jadi lah slonong boy sebagai tauladan.Semua orang meniru.Semua orang memakai slogan AJI MUMPUNG.Mumpung tak ada yang liat...mumpung tak ada polisi...mumpung pemeriksaan tidak ketat, mumpung pemeriksa masih bisa di sogok..mumpung om kita jadi penguasa...mumpung orang orang silau hanya dengan penampilan bukan kwalitas, dan mumpung mumpung lainnya.Bayangkan tidak ada lagi orang yang mau antri di satu garis saat macet, apakah macet bisa selesai?
Bayangkan juga bila ada hutan yang mestinyadijaga bersama oleh masyarakat sekitarnya di tebang atas fasilitasi seorang slonong boy yang kebetulan sebagai penguasa di daerah itu demi keuntungan pribadi.Bayangkan juga bila kekayaan alam kita dieksplorasi pihak asing sedang si slonong boy yang bertugas mengawasi menutup mata karena mumpung diberi fasilitas menawan oleh fihak asing tadi. Bayangkan juga saat anda berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan semua orang dalam kelompok anda sementara ada yang slonong boy memngambil keuntungan dengan melanggar aturan, karena memanfaatkan mumpung nggak ada penegak keadilan dan untuk pribadinya dia memperoleh keuntungan, sedang kan orang lain di kelompok anda tidak beroleh keuntungan karena taat azas, sehingga nasib si slonongboy menjadi berbeda dengan orang di kelompok anda dan secara tidak langsung mematahkan perjuangan anda....
Bayangkan juga di suatu kelas saat ujian dengan soal yang sulit.Semua mahasiswa tidak bisa menjawab soal soal itu, sementara ada beberapa slonong boy disana yang mampu menjawab dengan kertas contekan kecilnya. Apa akibatnya? tentulah soal yang diberikan tidak akan dievaluasi tingkat kesulitanya, karena ada yang mendapat nilai bagus..?
Menurut anda kenapa pada jaman perang kemerdekaan semua orang mau berjuang mengorbankan nyawa.Tak lebih karena semua orang itu merasa senasib dan sama merasakan sakit nya terjajah.Dan membayangkan sebuah kehidupan yang akan lebih baik bila tidak ada penjajahan.Masih maukah seorang slonong boy ikut berjuang saat itu?Saya yakin dia akan berdiri paling belakang saat berjuang dan muncul paling depan saat memperoleh keberhasilan sambil menepuk dada seolah dia ikut berjuang.
Semua ini hanya himbauan, bila kita masih merasa senasib, mari kita perjuangkan negara ini.Bila semua orang lumayan kesejahteraannya, maka peluh anda tidak saja menjadi pahala akan tetapi juga jadi uang untuk dapat membayar tetesan peluh orang lain pula....Jangan lah pernah menjadi pemutus efek domino kalau di ujung rantainya yang akan diraih adalah kesuksesan bersama.
Kadang kadang saya berfikir, hidup di negara kita ini banyak yang menyukai menjadi slonong boy, dan anehnya justru keberhasilan terjadi pada mereka.Mereka yang berusaha taat azas justru terlambat, kalah ataupun berpenghasilan lebih rendah.Tapi yang slonong boy membuktikan bahwa spekulasi mereka ada harganya.Adil...?mungkin di suatu sisi itu adil..karena prinsipnya semakin besar resikonya semakin besar hasilnya. Akan tetapi slonong boy ini membuat ketimpangan.Bagi mereka aturan tak lebih sebagai penyulit bukan untuk mempermudah.Akhirnya....mereka yang bermental rendah akan meniru.Dan anehnya resiko yang mungkin dihadapai oleh si slonong boy tadi tak mungkin pernah diterimanya kerena agaknya tak satupun penegak hukum mampu menegakkan aturan.Jadi lah slonong boy sebagai tauladan.Semua orang meniru.Semua orang memakai slogan AJI MUMPUNG.Mumpung tak ada yang liat...mumpung tak ada polisi...mumpung pemeriksaan tidak ketat, mumpung pemeriksa masih bisa di sogok..mumpung om kita jadi penguasa...mumpung orang orang silau hanya dengan penampilan bukan kwalitas, dan mumpung mumpung lainnya.Bayangkan tidak ada lagi orang yang mau antri di satu garis saat macet, apakah macet bisa selesai?
Bayangkan juga bila ada hutan yang mestinyadijaga bersama oleh masyarakat sekitarnya di tebang atas fasilitasi seorang slonong boy yang kebetulan sebagai penguasa di daerah itu demi keuntungan pribadi.Bayangkan juga bila kekayaan alam kita dieksplorasi pihak asing sedang si slonong boy yang bertugas mengawasi menutup mata karena mumpung diberi fasilitas menawan oleh fihak asing tadi. Bayangkan juga saat anda berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan semua orang dalam kelompok anda sementara ada yang slonong boy memngambil keuntungan dengan melanggar aturan, karena memanfaatkan mumpung nggak ada penegak keadilan dan untuk pribadinya dia memperoleh keuntungan, sedang kan orang lain di kelompok anda tidak beroleh keuntungan karena taat azas, sehingga nasib si slonongboy menjadi berbeda dengan orang di kelompok anda dan secara tidak langsung mematahkan perjuangan anda....
Bayangkan juga di suatu kelas saat ujian dengan soal yang sulit.Semua mahasiswa tidak bisa menjawab soal soal itu, sementara ada beberapa slonong boy disana yang mampu menjawab dengan kertas contekan kecilnya. Apa akibatnya? tentulah soal yang diberikan tidak akan dievaluasi tingkat kesulitanya, karena ada yang mendapat nilai bagus..?
Menurut anda kenapa pada jaman perang kemerdekaan semua orang mau berjuang mengorbankan nyawa.Tak lebih karena semua orang itu merasa senasib dan sama merasakan sakit nya terjajah.Dan membayangkan sebuah kehidupan yang akan lebih baik bila tidak ada penjajahan.Masih maukah seorang slonong boy ikut berjuang saat itu?Saya yakin dia akan berdiri paling belakang saat berjuang dan muncul paling depan saat memperoleh keberhasilan sambil menepuk dada seolah dia ikut berjuang.
Semua ini hanya himbauan, bila kita masih merasa senasib, mari kita perjuangkan negara ini.Bila semua orang lumayan kesejahteraannya, maka peluh anda tidak saja menjadi pahala akan tetapi juga jadi uang untuk dapat membayar tetesan peluh orang lain pula....Jangan lah pernah menjadi pemutus efek domino kalau di ujung rantainya yang akan diraih adalah kesuksesan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar